Kumpulan materi penyuluhan perikanan. Dengan harapan bisa menjadi tambahan informasi bagi teman-teman yang membutuhkan. SIlahkan download dan gunakan sebagaimana mestinya. Terima kasih
Saturday, November 5, 2022
THINK GLOBALLY ACT LOCALLY DALAM PENYULUHAN PERIKANAN
Friday, April 8, 2022
KANTOR KECAMATAN SEBAGAI RUMAH BERSAMA PENDAMPING DAN PENYULUH
Berdasarkan Surat Edaran
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Nomor: 138/1625/SJ tanggal 1 Maret 2021
tetang Penguatan Kecamatan Melalui Pemanfaatan Kantor Kecamatan Sebagai Rumah
Bersama Pendamping dan Penyuluh adalah dasar bagi penyuluh perikanan untuk
selanjutnya dapat berkoordinasi dengan Camat, penyuluh dan pendamping lain dari
Kementerian/Lembaga/Pemda dalam menjalankan tugas di wilayah kerjanya.
Berdasarkan surat edaran ini,
penyuluh perikanan diharapkan dapat selalu berkoordinasi untuk mendukung
keberhasilan program pemulihan ekonomi nasional. Penyuluh perikanan memiliki
peran yang cukup strategis di level bawah (desa dan kelurahan) khusunya dalam pemberdayaan
dan pendampingan masyarakat secara umum dan kelompok binaan secara khusus.
Disamping itu, kantor kecamatan sebagai rumah bersama diharapkan dapat
menciptakan kodusifitas kinerja di lapangan pada masa pandemi covid 19 ini,
serta mengoptimalkan fungsi desa dan kelurahan sebagai penyelenggara pemulihan
ekonomi.
Pemanfaatan kantor kecamatan
sebagai rumaha bersama dilakukan dengan; a) mengatur jadwal koordinasi kegiatan
pendampingan dan penyuluhan di tingkat kecamatan; b) melakukan koordinasi untuk
keselarasan, keserasian, dan keterpaduan mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
dan evaluasi kegitan pendampingan dan penyuluhan di wilayah kecamatan. Kemudian
pemerintah (Kementerian/Lembaga/Pemda) malakukan pembinaan dan pengawasan
terhadap pelaksanaan rumah bersama tersebut.
Hal ini tentu sejalan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan
R.I. Nomor KEP.14/MEN/2012 Tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan, dimana penyuluhan perikanan harus dapat memberikan proses pembelajaran dalam rangka peningkatan kapasitas kemampuan para pelaku utama dan/atau pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk mengorganisasikan dirinya dalam mengembangkan
bisnis perikanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dengan tetap memperhatikan pelestarian fungsi lingkungan
hidup. Dalam implementasinya, koordinasi dengan pemerintahan dari
tingkat terendah sampai ke level pusat harus terus dijalin guna menuju tujuan
tersebut.
Pemberdayaan pelaku
utama/ usaha perikanan dapat dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah
daerah, dunia usaha,
dan
masyarakat secara
sinergis dalam bentuk penumbuhan iklim dan pengembangan usaha terhadap sektor kelautan dan perikanan sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang tangguh
dan mandiri bagi kesejahteraannya
sendiri, serta dapat berpartisipasi secara aktif dalam keseluruhan proses pembangunan
Sedangkan pengembangan kelembagaan pelaku utama
perikanan dalam hal ini adalah adalah
upaya mewujudkan
kelembagaan pelaku utama yang dinamis, dimana para pelaku
utama mempunyai disiplin, tanggungjawab
dan terampil dalam kerjasama mengelola kegiatan usahanya, serta dalam upaya meningkatkan skala usaha dan peningkatan
usaha
kearah yang lebih besar dan
bersifat
komersial, kelompok pelaku utama dikembangkan
melalui kerjasama antar kelompok
dengan membentuk gabungan kelompok
perikanan (Gapokkan),
Asosiasi dan Korporasi.
Mengingat saat ini dimasyarakat telah tumbuh dan berkembang berbagai kelembagaan pelaku utama perikanan, tetapi kelembagaan tersebut masih didominasi oleh usaha perikanan kecil yang dikelola masyarakat secara tradisional, lokasinya tersebar parsial dan kurang memiliki kompetensi antara satu usaha dengan usaha lainnya, dikelola dengan manajemen yang kurang baik serta sulitnya mengakses informasi, teknologi dan permodalan dan juga belum terintegrasi dengan baik. Untuk itu diperlukan adanya pembinaan dan pendampingan dari penyuluh perikanan dalam bentuk fasilitasi dan pemberdayaan kelembagaan pelaku utama perikanan melalui pengelolaan dan pembenahan kelembagaan pelaku utama perikanan sehingga diharapkan menjadi sebuah organisasi yang kuat dan mandiri serta mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan pemberdayaan terhadap kelembagaan pelaku utama perikanan diperlukan adanya kesamaan pengertian, kesamaan gerak, dan kesamaan bahasa pada kondisi dan tempat yang berbeda. Oleh karena itulah rumah bersama diharapkan menjadi solusi di masa pandemi covid 19 ini. Mari sama bekerja dan bekerja sama. Maju terus penyuluh perikanan dan pelaku usaha perikanan
Saturday, April 2, 2022
BUDIDAYA KEPITING SOKA
Budidaya
kepiting soka atau keeping lunak atau dibeberapa tempat dikenal dengan kepiting
bakau saat ini banyak dimintai, selain harga jual yang bisa dibilang tinggi,
masa pemeliharaan sampai dengan produksi usaha ini juga relatif singkat.
Bayangkan saja hanya kurang lebih 15-25 hari kepiting yang sudah ganti kulit
(molting) sudah bisa dipanen dan dijual lo.Permintaan kepiting soka juga kian hari kian meningkat, karena rasanya
yang lezat berpadu dengan cangkangnya yang lembut dan mudah dibuka membuat
kepiting ini menjadi favorit.
Tanpa berpanjang cerita, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui dan persiapkan untuk memulai usaha budidaya kepting soka:
1.
Lokasi budidaya
Lokasi yang baik untuk budidaya kepiting soka adalah:
§
Memiliki ketersediaan
air yang tidak tercemar oleh polusi, dengan salinitas antara 12-30 ppm
§
Suhu airnya berkisar
antara 24 hingga 32 derajat celsius
§
Oksigen terlarut minimal
3 ppm
§
pH airnya 6,5 – 8,5
§
Lokasi yang paling
mendekati beberapa syarat di atas adalah kawasan pesisir pantai atau kawasan
tambak yang dekat dengan tanaman mangrove. Biasanya tanah tambak yang dipakai
adalah tanah yang berlumpur pasir dengan kedalaman sekitar 80 cm atau lebih.
§
Disamping itu, kalau ada
diupayakan lokasi dekat dengan sumber bibit dan pemasaran,
sehingga dapat mengurangi angka kematian dan kemungkinan2 negatif lainnya
2. Persiapan bibit kepiting soka
Bibit kepiting soka terbaik memiliki bobot sekitar 0,1 ons hingga
0,5 ons, sehat dan tidak cacat. Bibit-bibit inilah nantinyan yang kita besarkan
dan lakukan proses molting.
3. Persiapan kandang kepiting soka
Kandang untuk kepiting soka bisa berupa kotak-kotak berukuran 15 x
15 x 20 cm yang diletakkan di bawah permukaan tambak. Buatlah pula jalan setapak
yang terbuat dari bambu di antara tatanan kandang-kandang tersebut agar
memudahkan anda dalam mengelola dan mengamati kepiting.
4. Pemeliharaan kepiting soka
Bibit soka yang siap untuk dibudidayakan menjadi kepiting lunak
kemudian dipotong kaki-kaki serta capitnya, namun jangan lupa sisakan satu kaki
renang untuk pegerakan kepiting tersebut kemudian dalam memakan umpan/pakan.
Proses ini penting untuk dilakukan agar kepiting menjadi stres dan melepaskan
cangkangnya. Saat cangkang dari kepiting tersebut lepas, maka kepiting akan
segera membentuk cangkang baru. Proses unik ini disebut dengan molting.
5. Menenbar bibit kepiting
Proses penebaran bibit kepiting soka tidak boleh dilakukan
sembarangan. Kita harus menempatkan tiap kepiting pada kotak atau kandang yang
sudah kita buat. Jarak waktu antara proses pemotongan kaki hingga terbentuk
cangkang kembali adalah sekitar 15 hari. Perlu diingat, saat cangkang baru
sudah mulai terbentuk, Anda harus segera memanen kepiting karena cangkangnya
akan kembali mengeras. Untuk menghentikan proses pengerasan cangkang tersebut,
Anda bisa merendam kepiting menggunakan air tawar selama 30 menit.
6. Pakan yang diberikan
Kepiting soka biasanya diberi pakan berupa ikan rucah, pelet, atau
keong dengan dosisi sekitar 5% dari berat badan-nya. Berikan pakan sekali dalam
sehari, atau saat sore menjelang senja. Kepiting merupakan hewan nokturnal yang
aktivitas kehidupannya berlangsung di malam hari
7. Perawatan kepiting soka
Merawat kepiting soka kurang lebih sama dengan cara budidaya kepiting rajungan. Yang
terpenting adalah kita harus menyediakan air bersih dan terbebas dari polusi,
serta memiliki sirkulasi yang lancar. Jika sirkulasi air terhambat, maka
kepiting soka akan mati dan membawa kerugian besar. Selain itu, pengendalian
hama juga merupakan kunci sukses dalam budidaya kepiting soka. Segera tangani
jika Anda melihat gejala kepiting yang terserang hama atau penyakita. Jangan
sampai hama tersebut mewabah dan merusak panen Anda.
8. Pemanenan
Kepiting soka dapat dipanen setelah 15-25 hari masa pemeliharaan,
pantau setiap saat jikalau sudah ada kepiting yang ganti kulit (molting), maka
kepiting tersebut sudah bisa dipanen. Lakukan hal tersebut setiap hari sembari
control dan memberi pakan. Pengambilan kepiting yang sudah ganti kulit
dapat dilakukan satu jam sesudah ganti kulit atau moulting dengan cara
mengambil kepiting soka dari kandang kemudian dimasukan kedalam wadah (ember
atau steriofoam) yang berisi air tawar setinggi 10 cm. Adapun tujuan perendaman
kepiting soka di air tawar tersebut adalah agar cangkang kepiting tersebut
tetap lunak dan tidak mengeras. 1 jam berikutnya bisa langsung di packing dan
dibawa ke agen untuk di jual.
9. Pasca Penen
Setelah panen selesai,lakukan perawatan kendang kepitig dengan
membersihkannya dari lumut dan mengeringkannya. Hal ini juga berguna untuk
menjaga kesterilan kendang untuk tahap berikutnya.
Tetapi sebelum anda memulai usaha budidaya kepiting soka, perlu juga anda mengetahui beberapa permasalahan yang dialami oleh para pembudidaya lo, diantaranya: 1) ketersediaan bibit kepiting soka yang sangat terbatas khususnya bibit yang dari alam. Disamping itu, saat proses molting dimulai, kita harus mengawasi selama 24 jam untuk mengetahui kapam cangkang baru tumbuh. Jangan sampai terlalu lama sehingga cangkang kembali mengeras. Itulah alasan mengapa kepiting soka harganya lebih mahal dibanding jenis kepiting lainnya. Untuk 1 kg kepiting soka, bisa dibeli dengan harga Rp. 55.000,00 hingga Rp. 75.000,00.
Agar bisnis budidaya kepiting soka Anda menghasilkan keuntungan yang besar, maka perhatikanlah sejumlah tips berikut ini:
· Selalu jaga kualitas
kepiting soka Anda. Saat panen tiba, pisahkan kepiting soka yang berkualitas
tinggi dengan yang berkualitas rendah.
· Kualitas kepiting
tersebut akan menentukan harga jual dari kepiting Anda. Semakin baik
kualitasnya, maka semakin tinggi pula harganya. Begitu pula jika kualitas
kepiting yang Anda hasilkan kurang baik, maka kepiting akan ditawar dengan
harga renah.
· Belajarlah dari beberapa
pengusaha atau pembudidaya yang telah sukses terlebih dahulu. Jangan menyerah
jika di awal usaha Anda menemukan kegagalan, namun justtru jadikan semangat
untuk mendapatkan hasil lebih baik lagi di musim depan.
Demikianlah cara
budidaya kepiting soka yang dapat kami bagikan Semoga informasi ini bermanfaat
dan membantu Anda dalam mengembangkan bisnis budidaya kepiting soka.
Salam penyuluh perikanan
Maju terus dunia
perikanan


