Friday, April 8, 2022

KANTOR KECAMATAN SEBAGAI RUMAH BERSAMA PENDAMPING DAN PENYULUH

 


Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Nomor: 138/1625/SJ tanggal 1 Maret 2021 tetang Penguatan Kecamatan Melalui Pemanfaatan Kantor Kecamatan Sebagai Rumah Bersama Pendamping dan Penyuluh adalah dasar bagi penyuluh perikanan untuk selanjutnya dapat berkoordinasi dengan Camat, penyuluh dan pendamping lain dari Kementerian/Lembaga/Pemda dalam menjalankan tugas di wilayah kerjanya.

Berdasarkan surat edaran ini, penyuluh perikanan diharapkan dapat selalu berkoordinasi untuk mendukung keberhasilan program pemulihan ekonomi nasional. Penyuluh perikanan memiliki peran yang cukup strategis di level bawah (desa dan kelurahan) khusunya dalam pemberdayaan dan pendampingan masyarakat secara umum dan kelompok binaan secara khusus. Disamping itu, kantor kecamatan sebagai rumah bersama diharapkan dapat menciptakan kodusifitas kinerja di lapangan pada masa pandemi covid 19 ini, serta mengoptimalkan fungsi desa dan kelurahan sebagai penyelenggara pemulihan ekonomi.

Pemanfaatan kantor kecamatan sebagai rumaha bersama dilakukan dengan; a) mengatur jadwal koordinasi kegiatan pendampingan dan penyuluhan di tingkat kecamatan; b) melakukan koordinasi untuk keselarasan, keserasian, dan keterpaduan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegitan pendampingan dan penyuluhan di wilayah kecamatan. Kemudian pemerintah (Kementerian/Lembaga/Pemda) malakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan rumah bersama tersebut.

Hal ini tentu sejalan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I. Nomor KEP.14/MEN/2012 Tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan, dimana penyuluhan perikanan harus dapat memberikan proses pembelajaran dalam rangka peningkatan kapasitas kemampuan para pelaku utama dan/atau pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk mengorganisasikan  dirinya dalam mengembangkan  bisnis perikanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dengan tetap memperhatikan pelestarian  fungsi lingkungan  hidup. Dalam implementasinya, koordinasi dengan pemerintahan dari tingkat terendah sampai ke level pusat harus terus dijalin guna menuju tujuan tersebut.

Pemberdayaan pelaku utama/ usaha perikanan dapat dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan   masyarakat   secara   sinergis   dalam   bentuk penumbuhan iklim dan pengembangan usaha terhadap sektor kelautan dan perikanan sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang tangguh    dan    mandiri    bagi    kesejahteraannya    sendiri,    serta    dapat berpartisipasi secara aktif dalam keseluruhan proses pembangunan

Sedangkan pengembangan kelembagaan pelaku utama perikanan dalam hal ini adalah   adalah   upaya mewujudkan kelembagaan pelaku utama yang dinamis, dimana para pelaku utama mempunyai  disiplin, tanggungjawab  dan terampil dalam kerjasama mengelola kegiatan usahanya, serta dalam upaya meningkatkan skala usaha dan  peningkatan  usaha  kearah  yang  lebih  besar  dan  bersifat  komersial, kelompok pelaku utama dikembangkan  melalui kerjasama antar kelompok dengan  membentuk  gabungan  kelompok  perikanan  (Gapokkan),  Asosiasi dan Korporasi.

Mengingat saat ini dimasyarakat telah tumbuh   dan   berkembang   berbagai   kelembagaan   pelaku   utama   perikanan,   tetapi kelembagaan  tersebut  masih  didominasi  oleh  usaha  perikanan  kecil  yang  dikelola masyarakat   secara   tradisional,   lokasinya   tersebar   parsial   dan   kurang   memiliki kompetensi antara satu usaha dengan usaha lainnya, dikelola dengan manajemen yang kurang baik serta sulitnya mengakses  informasi, teknologi dan permodalan dan juga belum terintegrasi dengan baik. Untuk itu diperlukan adanya pembinaan dan pendampingan dari penyuluh perikanan dalam bentuk fasilitasi dan pemberdayaan kelembagaan pelaku utama perikanan melalui pengelolaan dan pembenahan kelembagaan pelaku utama perikanan sehingga diharapkan menjadi sebuah organisasi yang kuat dan mandiri serta mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan pemberdayaan terhadap kelembagaan pelaku utama perikanan diperlukan adanya kesamaan pengertian, kesamaan gerak, dan kesamaan bahasa pada kondisi dan tempat  yang   berbeda. Oleh karena itulah rumah bersama diharapkan menjadi solusi di masa pandemi covid 19 ini. Mari sama bekerja dan bekerja sama. Maju terus penyuluh perikanan dan pelaku usaha perikanan


Saturday, April 2, 2022

BUDIDAYA KEPITING SOKA

 


Budidaya kepiting soka atau keeping lunak atau dibeberapa tempat dikenal dengan kepiting bakau saat ini banyak dimintai, selain harga jual yang bisa dibilang tinggi, masa pemeliharaan sampai dengan produksi usaha ini juga relatif singkat. Bayangkan saja hanya kurang lebih 15-25 hari kepiting yang sudah ganti kulit (molting) sudah bisa dipanen dan dijual lo.Permintaan kepiting soka juga kian hari kian meningkat, karena rasanya yang lezat berpadu dengan cangkangnya yang lembut dan mudah dibuka membuat kepiting ini menjadi favorit.

Tanpa berpanjang cerita, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui dan persiapkan untuk memulai usaha budidaya kepting soka:

1.  Lokasi budidaya

Lokasi yang baik untuk budidaya kepiting soka adalah:

§  Memiliki ketersediaan air yang tidak tercemar oleh polusi, dengan salinitas antara 12-30 ppm

§  Suhu airnya berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius

§  Oksigen terlarut minimal 3 ppm

§  pH airnya 6,5 – 8,5

§  Lokasi yang paling mendekati beberapa syarat di atas adalah kawasan pesisir pantai atau kawasan tambak yang dekat dengan tanaman mangrove. Biasanya tanah tambak yang dipakai adalah tanah yang berlumpur pasir dengan kedalaman sekitar 80 cm atau lebih.

§  Disamping itu, kalau ada diupayakan lokasi dekat dengan sumber bibit dan pemasaran, sehingga dapat mengurangi angka kematian dan kemungkinan2 negatif lainnya

 

2.  Persiapan bibit kepiting soka

Bibit kepiting soka terbaik memiliki bobot sekitar 0,1 ons hingga 0,5 ons, sehat dan tidak cacat. Bibit-bibit inilah nantinyan yang kita besarkan dan lakukan proses molting.

 

3.  Persiapan kandang kepiting soka

Kandang untuk kepiting soka bisa berupa kotak-kotak berukuran 15 x 15 x 20 cm yang diletakkan di bawah permukaan tambak. Buatlah pula jalan setapak yang terbuat dari bambu di antara tatanan kandang-kandang tersebut agar memudahkan anda dalam mengelola dan mengamati kepiting.

 

4.  Pemeliharaan kepiting soka

Bibit soka yang siap untuk dibudidayakan menjadi kepiting lunak kemudian dipotong kaki-kaki serta capitnya, namun jangan lupa sisakan satu kaki renang untuk pegerakan kepiting tersebut kemudian dalam memakan umpan/pakan. Proses ini penting untuk dilakukan agar kepiting menjadi stres dan melepaskan cangkangnya. Saat cangkang dari kepiting tersebut lepas, maka kepiting akan segera membentuk cangkang baru. Proses unik ini disebut dengan molting. 

 

5.  Menenbar bibit kepiting

Proses penebaran bibit kepiting soka tidak boleh dilakukan sembarangan. Kita harus menempatkan tiap kepiting pada kotak atau kandang yang sudah kita buat. Jarak waktu antara proses pemotongan kaki hingga terbentuk cangkang kembali adalah sekitar 15 hari. Perlu diingat, saat cangkang baru sudah mulai terbentuk, Anda harus segera memanen kepiting karena cangkangnya akan kembali mengeras. Untuk menghentikan proses pengerasan cangkang tersebut, Anda bisa merendam kepiting menggunakan air tawar selama 30 menit.

 

6.  Pakan yang diberikan

Kepiting soka biasanya diberi pakan berupa ikan rucah, pelet, atau keong dengan dosisi sekitar 5% dari berat badan-nya. Berikan pakan sekali dalam sehari, atau saat sore menjelang senja. Kepiting merupakan hewan nokturnal yang aktivitas kehidupannya berlangsung di malam hari

 

7.  Perawatan kepiting soka

Merawat kepiting soka kurang lebih sama dengan cara budidaya kepiting rajungan. Yang terpenting adalah kita harus menyediakan air bersih dan terbebas dari polusi, serta memiliki sirkulasi yang lancar. Jika sirkulasi air terhambat, maka kepiting soka akan mati dan membawa kerugian besar. Selain itu, pengendalian hama juga merupakan kunci sukses dalam budidaya kepiting soka. Segera tangani jika Anda melihat gejala kepiting yang terserang hama atau penyakita. Jangan sampai hama tersebut mewabah dan merusak panen Anda.

 

8.  Pemanenan

Kepiting soka dapat dipanen setelah 15-25 hari masa pemeliharaan, pantau setiap saat jikalau sudah ada kepiting yang ganti kulit (molting), maka kepiting tersebut sudah bisa dipanen. Lakukan hal tersebut setiap hari sembari control dan memberi pakan. Pengambilan kepiting yang sudah ganti kulit dapat dilakukan satu jam sesudah ganti kulit atau moulting dengan cara mengambil kepiting soka dari kandang kemudian dimasukan kedalam wadah (ember atau steriofoam) yang berisi air tawar setinggi 10 cm. Adapun tujuan perendaman kepiting soka di air tawar tersebut adalah agar cangkang kepiting tersebut tetap lunak dan tidak mengeras. 1 jam berikutnya bisa langsung di packing dan dibawa ke agen untuk di jual.

 

9.  Pasca Penen

Setelah panen selesai,lakukan perawatan kendang kepitig dengan membersihkannya dari lumut dan mengeringkannya. Hal ini juga berguna untuk menjaga kesterilan kendang untuk tahap berikutnya.

 Simpel dan sederhana ya

Tetapi sebelum anda memulai usaha budidaya kepiting soka, perlu juga anda mengetahui beberapa permasalahan yang dialami oleh para pembudidaya lo, diantaranya: 1) ketersediaan bibit kepiting soka yang sangat terbatas khususnya bibit yang dari alam. Disamping itu, saat proses molting dimulai, kita harus mengawasi selama 24 jam untuk mengetahui kapam cangkang baru tumbuh. Jangan sampai terlalu lama sehingga cangkang kembali mengeras. Itulah alasan mengapa kepiting soka harganya lebih mahal dibanding jenis kepiting lainnya. Untuk 1 kg kepiting soka, bisa dibeli dengan harga Rp. 55.000,00 hingga Rp. 75.000,00.

Agar bisnis budidaya kepiting soka Anda menghasilkan keuntungan yang besar, maka perhatikanlah sejumlah tips berikut ini:

·  Selalu jaga kualitas kepiting soka Anda. Saat panen tiba, pisahkan kepiting soka yang berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah.

·   Kualitas kepiting tersebut akan menentukan harga jual dari kepiting Anda.  Semakin baik kualitasnya, maka semakin tinggi pula harganya. Begitu pula jika kualitas kepiting yang Anda hasilkan kurang baik, maka kepiting akan ditawar dengan harga renah.

·       Belajarlah dari beberapa pengusaha atau pembudidaya yang telah sukses terlebih dahulu. Jangan menyerah jika di awal usaha Anda menemukan kegagalan, namun justtru jadikan semangat untuk mendapatkan hasil lebih baik lagi di musim depan.

Demikianlah cara budidaya kepiting soka yang dapat kami bagikan Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda dalam mengembangkan bisnis budidaya kepiting soka.

Salam penyuluh perikanan

Maju terus dunia perikanan


Monday, March 21, 2022

Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya Berbasis Kearifan Lokal

 


Sesuai dengan arah kebijakan program dan kegiatan prioritas pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2022 yang disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Medan pada tanggal 20 April 2021 dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara. Pengembangan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal merupakan salah satu program utama tahun 2021-2024. Pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal ini dilakukan secara terpadu mulai dari penyediaan benih, induk, pakan, vaksin, dan pengolahan pasca panen. Pengembangan kampung-kampung tematik budidaya ikan disesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran kampung tematik ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi, pengurangan angka stunting dan memenuhi konsumsi protein masyarakat setiap hari. Skalanya bukan untuk ekspor, tetapi untuk memenuhi kebutuhan lokal, sehingga warga desa bisa mandiri serta dapat berkreasi dengan membuat produk turunan dari ikan hasil budidaya untuk menambah perekonomian keluarga.

Pengembangan kampung perikanan ini juga didasari atas upaya untuk menjaga ekosistem laut dan darat, karena proses pengembangan perikanan budidaya merupakan inovasi teknologi dan penelitian ilmiah. Indonesia dengan potensi lahan perikanan budidaya yang cukup luas yakni mencapai dua juta hektar di darat dan 2,6 juta hektar di laut, baru termanfaatakan sekitar 7,4% saja. Apabila semua potensi ini bisa dikembangkan secara optimal, maka nilai pasar yang diperoleh dari perikanan budidaya dapat mencapai angka 3.000 triliun per tahun.

Peran penting penyuluh perikanan dalam mewujudkan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis potensi lokal ini menjadi sangat penting mengingat pengetahuan dan pemahaman masyarakat masih sangat rendah. Penyuluh perikanan setempat diharapkan dapat memberikan gambaran potensi pengembangan kampung perikanan kepada para pelaku utama perikanan dan kemudian melakukan analisis dan uji coba. Pendampingan intens dari penyuluh perikanan terhadap pelaku usaha dalam mewujudkan kampung perikanan sangat diperlukan, khusunya ketika para pelaku usaha menghadapi masalah (umum dan teknis) sehingga dapat diatasi dengan baik.

Adapun kampung perikanan budidaya yang sudah masuk dalam usulan kegitan prioritas kkp tahun 2020 adalah

1.  Kampung lobster di Lombok timur

2.  Kampung rumput laut di Sumba Timur

3.  Kampung patin di OKU Timur

4.  Kampung lele bioflok di Kota Prabumulih

5.  Kampung nila bioflok di Kabupaten Magelang

6.  Kampung nila salin di Pati

7.  Kampung kakap putih di Kepulauan Meranti

8.  Kampung kerapu di Jembrana

9.  Kampung ikan hias di Kabupaten Bogor

Dalam pengembangan kampung-kampung perikanan budidaya ke depan akan difokuskan juga untuk komoditas bernilai ekspor tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut, dengan tetap memperhatikan komoditas ekonomis lainnya, seperti kerapu, bawal bintang, nila, patin dan kepiting. Pengembangan komoditas utama tersebut akan dilakukan melalui:

  • Pengembangan shrimp estate dengan tata kelola lahan dan pemanfaatan teknologi guna menjamin keberlangsungan usaha dan menjaga kualitas lingkungan.
  • Pengembangan budidaya lobster yang terbuka bagi seluruh provinsi yang memiliki potensi teknis dan daya dukung lingkungan. Ekspor benih bening lobster (BBL) dihentikan dan dialihkan untuk budidaya.
  • Pengembangan rumput laut yang dilakukan secara hulu-hilir, termasuk diversifikasi produk turunannya.